China Akan Perketat Bayaran Hingga Tampilan Artis

Pemerintah China semakin memperkeras kebijakan mereka terhadap industri hiburan di negara tersebut.

Sejumlah hal semakin dilarang, seperti sikap politik yang berbeda, perilaku kemayu, hingga gaji yang kelewat tinggi.

National Radio and Television Administration mengatakan dalam pengumuman daring bahwa mereka akan memperketat regulasi terkait program kebudayaan, menindak konten yang dianggap tidak sehat, hingga bayaran para bintang, serta penghindaran pajak.

Badan pemerintah China itu sebelumnya sudah memperketat pengawasan terhadap sejumlah besar industri, mulai dari teknologi hingga pendidikan.

Hal ini dilakukan dengan dalih untuk memperkuat perngendalian atas masyarakat dan sektor – sektor utama ekonomi setelah bertahun – tahun mengalami pertumbuhan yang tak terkendali.

Pada Senin 30 September, badan tersebut mengenalkan aturan baru yang membatasi jumlah waktu yang bisa dihabiskan anak – anak pada gim video.

Industri hiburan China juga termasuk ke dalam target mereka. Hal ini terjadi setelah sejumlah skandal selebritas lokal berupa penghindaran pajak hingga kekerasa seksual.

Pada minggu lalu, regulator internet di China mengatakan akan mengambil tindakan terhadap apa yang digambarkan sebagai budaya penggemar atau fandom yang kacau.

NRTA mengatakan pengaturan yang membatasi pembayaran pada para aktor dan bintang tamu harus dilaksanakan secara ketat.

Para bintang itu juga diharuskan berpartisipasi dalam program kesejahteraan publik serta memikul tanggung jawab sosial.

Pengumuman itu juga menyebut penghindar pajak akan dihukum berat. Pemilihan aktor dan bintang dalam sebuah acara atau program harus diatur dan dikendalikan secara hati – hati, dengan kriteria berdasarkan politik dan moral.

Pemberitahuan tersebut juga menyebut apa yang disebut cita rasa “cacat” seperti estetika “banci” dalam program mestilah diakhiri. Hiburan yang melibatkan selebritas internet yang “vulgar”, skandal, dan pamer kekayaan mesti ditolak.

Mereka juga menyebut budaya penggemar yang toxic harus ditindak dan segmen pemungutan suara dari program mesti dikendalikan secara ketat, dorongan penggemar untuk menghabiskan uang dalam pemilihan idol pun dilarang keras.

Pemberitahuan ini memperpanjang daftar larangan yang diterapkan Pemerintah China atas berbagai konten, mulai dari gim video, film, hingga musik. Bukan hanya itu, sensor pun terus diterapkan pada konten yang diyakini melanggar nilai-nilai inti sosialisme.

Pemerintah bersama medianya dalam beberapa bulan terakhir menyesalkan tren yang terjadi di negara itu dan menyebut anak laki-laki mestilah tampil lebih “jantan”. Mereka juga mengkritik para selebritas pria yang menyukai riasan tebal dan menampilkan citra yang “feminin”.